Pagi hari terdengar kicau burung masuk ke lubang telingaku, menggetarkan gendang telingaku, seakan mengajakku untuk membuka mata dari nyenyaknya tidur semalam.
Ku intip sedikit demi sedikit terpancar silaunya cahaya matahari yg masuk ke retinaku cerah kuning muda benderang yg menembus jendela kamarku dan menyinari dindingnya.
Aku beranjak dari tempat tidur, duduk sebentar sambil menguap dan meregangkan otot tangan tanda menikmati suasana pagi.
Kicau burung ditambah kokokan ayam seolah-olah mengajakku ke halaman rumah untuk melihat suasana sunyi pagi hari, tanpa debu tanpa polusi.
Aku melihat pusat titik yg paling jauh seperti rangkaian pegunungan yg berjajar sepeti rantai yg terlihat natural yg tidak seperti diperkotaan.
Aku pun melihat titik terdekat pandanganku yaitu depan mataku ku pandangi setetes embun yg menempel didaun teh yg hijau segar, makin dekat ku hampiri tercium wangi daunnya yg lembap dan bau tanah basah yg habis diguyuri air hujan.
Rasanya nyaman dan damai ketika ku hirup udaranya dari lubang hidungku hingga masuk ke paru-paruku, rasanya sungguh segar.
Lalu aku meraba basahnya embun dijendela dan ku goyangkan telunjuk tanganku dan ku tuliskan kata yg mewakili perasaanku dan ingin bibirku ucap, tulisan itu "Selamat Pagi"
Langganan:
Postingan (Atom)


